Berbagi Ta’jil Berburu Pahala Puasa Berlipat

0
46
Ust Abu dari Almaas membagikan ta'jil kepada ta'mir masjid Nurussalam, Surabaya

Berbagi Ta’jil Mengharap Pahala Puasa Berlipat

Surabaya. – Ramadhan sudah memasuki bagian akhirnya. Bulan turunnya al Quran akan pamit pergi. Nuansa Hari Raya sudah sayup-sayup terdengar, beberapa orang sudah sibuk belanja untuk mempersiapkannya, beberapa lagi asyik beribadah berburu Lailatul qadar.

Mayoritas umat muslim Indonesia ketika di akhir Ramadhan selalu berusaha merebut kemuliaan pahala malam seribu bulan, Lailatul qadar. Sebagian yang belum khatam bacaan Al Qurannya karena masih terhalang kesibukan dunia akan mengebut menghabiskannya. Adapula umat islam yang menghabiskan malam-malam di masjid dengan i’tikaf, bersepi-sepi dengan Allah.

Namun ada beberapa amalan sunnah bulan Ramadhan yang sering terlewat begitu saja oleh kita, salah satunya yakni sedekah. Beberapa hadits menceritakan bagaimana loman-nya (dermawan-red)  Rasulullah saat bersedekah, apalagi ketika Ramadhan tiba. Istri Nabi tercinta putri dari Abu Bakar, Aisyah ra menceritakan bagaimana perilaku sedekah Nabi ketika Ramadhan

 “Nabi SAW adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan dan Rasul SAW  adalah yang paling semangat dalam melakukan sedekah bagai angin yang bertiup”(HR. Bukhari). Maksud dari bersedekah bagai angin yang bertiup yakni sedekahnya amat deras frekuensinya. Setiap ada harta rezeki yang Nabi SAW dapatkan akan langsung diberikan pada yang membutuhkan.

Sungguh Rasulullah SAW memiliki budi yang sangat luhur. Harta bukanlah tujuan beliau. Kekayaan bukanlah akhir pencarian beliau, akan tetapi semua itu hanya sarana untuk lebih mengabdi kepada-Nya. Karena itu, Jabir menuturkan,“Rasulullah SAW tidak pernah mengatakan ‘tidak’ manakala beliau diminta.” (HR Bukhari)

Banyaknya bersedekah akan lebih dan lebih lagi mendekatkan kita pada Allah, dengan bonus dicintai serta dipandang mulia oleh manusia. Rasulullah SAW bersabda,“Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan sesama manusia serta jauh dari api neraka. Sedangkan orang yang pelit dan kikir, ia jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia dan dekat dengan api neraka. Orang yang bodoh, tetapi dermawan, lebih dicintai oleh Allah, daripada orang yang rajin ibadah, tetapi pelit dan kikir.” (HR Baihaqi). 

Jadi apalagi yang menunda kita untuk bersedekah di bulan Ramadhan? Takut uang buat lebaran berkurang?. Dulu ketika pertama perintah sedekah turun, bagaimana pikiran kaum muslim ketika nabi bersabda, “Sedekah itu tidak mengurangi harta”?

Pasti kalau dipikirkan dengan tekhnologi zaman itu  tidaklah mungkin kita membagikan sesuatu, tapi sesuatu itu tidak mengurangi yang kita punya. Namun seiring teknologi yang berkembang, kita orang dewasa bahkan anak SD pun sudah tau bila kita memberi perintah “Copy” kemudian ”Paste” di gadget atau perangkat komputer kita, yang terjadi adalah kita bisa membagikan sesuatu tanpa kita merasa kurang atau kehilangan. Sungguh semua perintah Allah dan Rasulnya selalu memberi manfaat untuk kita dan tidak pula membuat kita susah.

Alhamdulillah, selama Ramadhan yayasan Almaas Griya Muslim Insani telah melaksanakan sunnah bersedekah dan berbagi di bulan Ramadhan. Salah satu programnya yaitu berbagi Ta’jil berbuka puasa di beberapa masjid selama sebulan penuh, dengan harapan yang kita bagikan makanan adalah benar-benar orang yang berpuasa. Bagi-bagi ta’jil ini merupakan cara Almaas melaksanakan sunnah nabi yaitu memberi makan muslim dan muslimah orang yang berpuasa, dengan harapan mendapat pahala berlipat dan ridha dari Allah

Program ini berdasarkan hadits nabi SAW yang mengabarkan bahwa orang yang memberi makan orang yang berpuasa mendapat pahala seperti orang yang berpuasa atau dobel bila yang memberi juga berpuasa,

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here