22 Mei Memakan Korban Anak Kecil, Fahira Idris : Harus Diungkap !

0
76
Fahira Idris, Wakil Ketua Komite I DPD RI
Fahira Idris, Wakil Ketua Komite I DPD RI

22 Mei Memakan Korban Anak Kecil, Fahira Idris : Harus Diungkap !

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris yang membidangi politik, hukum, dan HAM,  secara tegas meminta investigasi menyeluruh dan khusus terhadap anak-anak yang meninggal saat kericuhan 22 Mei 2019. Pasalnya, dalam konstruksi hukum Indonesia, anak-anak dilindungi oleh sebuah undang-undang khusus yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Semua korban yang meninggal harus mendapat keadilan. Namun, untuk korban anak, ada undang-undang khusus yang melindungi mereka. Oleh karena itu investigasi dan penanganannya juga harus khusus. Siapapun pelaku yang telah menghilangkan nyawa anak-anak ini harus dijerat pasal berlapis salah satu dengan pasal yang ada di Undang-Undang Perlindungan anak yang sanksi pidananya sangat tegas,” ujar Fahira Idris dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Selasa, (28/5/2019).

Fahira menjelaskan, hanya ada satu cara memenuhi keadilan atas jatuhnya korban meninggal pada kericuhan 22 Mei, yakni negara mampu menangkap pelaku kekerasan dan menyeretnya ke pengadilan. Tanpa itu semua, mustahil keadilan dapat ditegakkan dan kasus ini akan terus menjadi catatan kelam bangsa ini.

Jika dibanding kasus kekerasan lain, lanjut Fahira, pengungkapan pelaku kekerasan terhadap anak-anak pada kericuhan 22 Mei, tidaklah sederhana dan mudah. Namun, sesulit apapun, negara harus mampu mengungkap siapa pelaku kekerasan yang sudah begitu tega membunuh anak-anak yang harusnya mendapat perlindungan dalam situasi-situasi yang tidak kondusif seperti yang terjadi pada 22 Mei kemarin.

“Memang tidak mudah mengungkapnya, tetapi negara tidak ada pilihan lain selain menyeret pelaku ke meja pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keluarga korban dan rakyat Indonesia berhak tahu kekerasan seperti apa yang menimpa anak-anak ini hingga sampai meninggal dan siapa pelakunya. Kuncinya harus proporsional dan transparan agar mendapat dukungan publik,” ujarnya.

Sebagai informasi, sampai saat ini ada delapan orang meninggal dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu di mana diantara korban adalah anak-anak yaitu diantaranya Muhammad Harun Al-Rasyid (14 tahun) dan Reyhan Fajari (16 tahun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here